Reservasi Rafting Klik Memulai Chat Disini
WhatsApp
085257536567

Rafting atau arung jeram adalah salah satu kegiatan outdoor yang menawarkan sensasi petualangan yang seru, menegangkan, sekaligus menyegarkan. Mengarungi arus sungai yang deras, melintasi bebatuan besar, serta melibas jeram-jeram ekstrem tentu memberikan pengalaman yang sulit dilupakan. Namun, di balik keseruannya, rafting juga merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi. Karena itu, penggunaan peralatan keselamatan sangat penting demi menjaga keamanan peserta.

Setiap peralatan rafting bukan dipilih secara asal, tetapi memiliki fungsi khusus yang saling melengkapi. Baik kamu pemula atau sudah sering rafting, mengenal fungsi dari masing-masing perlengkapan akan membuat petualanganmu lebih aman dan menyenangkan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

1. Perahu Raft (Raft Boat)

Perahu raft adalah peralatan utama dalam rafting. Terbuat dari bahan kuat seperti PVC atau karet sintetis (Hypalon), perahu ini dirancang untuk tahan terhadap benturan keras, gesekan bebatuan, hingga tekanan air sungai.

Fungsinya:

  • Transportasi utama untuk mengarungi sungai.
  • Menahan guncangan saat melewati jeram.
  • Memberikan stabilitas saat peserta melakukan manuver dan mendayung.
  • Dirancang ringan namun kokoh, sehingga mudah dikendalikan guide.

Perahu raft dibuat dengan beberapa kompartemen udara agar tetap mengapung meski salah satu bagiannya bocor. Itulah kenapa perahu rafting lebih aman dibanding perahu biasa.

2. Dayung (Paddle)

Dayung adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan perahu. Terbuat dari bahan ringan seperti aluminium atau fiberglass dengan ujung blade yang kuat.

Fungsinya:

  • Menggerakkan perahu maju, mundur, atau berhenti sesuai instruksi guide.
  • Mengubah arah perahu, terutama saat melewati jeram atau tikungan tajam.
  • Membantu menjaga keseimbangan ketika arus sungai tidak stabil.

Tanpa koordinasi dayung yang baik, perahu bisa kehilangan kontrol atau bahkan terbalik. Karena itu, peserta wajib mengikuti komando guide saat mendayung.

3. Helm Rafting

Helm adalah peralatan keselamatan yang harus dipakai oleh semua peserta tanpa kecuali. Helm rafting didesain khusus untuk kegiatan air dan tahan benturan keras.

Fungsinya:

  • Melindungi kepala dari benturan batu, perahu, atau dayung.
  • Mencegah cedera serius saat peserta jatuh ke air.
  • Melindungi dari benda tak terduga yang ada di sungai seperti kayu atau dahan.

Helm rafting memiliki sistem tali yang kuat agar tidak terlepas meski terbawa arus deras.

4. Jaket Pelampung (Life Jacket / PFD)

Ini adalah perlengkapan paling penting dalam rafting selain helm. Jaket pelampung dibuat dengan bahan foam khusus yang membuat tubuh tetap mengapung meski tanpa kemampuan berenang.

Fungsinya:

  • Menjaga tubuh tetap mengapung jika peserta terjatuh ke sungai.
  • Mengurangi risiko tenggelam saat terbawa arus.
  • Menambah perlindungan dada dari benturan.
  • Membantu proses evakuasi karena bagian bahu mudah ditarik oleh rescue team.

Jaket pelampung harus dipakai dengan ukuran yang tepat. Jika terlalu longgar, jaket bisa terangkat ke atas dan membuat leher tercekik.

5. Sepatu Rafting

Saat melakukan rafting, peserta tidak diperbolehkan memakai sandal jepit atau berjalan tanpa alas kaki. Itulah kenapa sepatu khusus rafting sangat penting.

Fungsinya:

  • Melindungi kaki dari batu tajam atau dasar sungai yang licin.
  • Memberikan grip kuat saat berjalan di tepi sungai dan naik ke perahu.
  • Tidak mudah terlepas meski terbawa arus.
  • Mengurangi risiko tergelincir ketika berpijak di batu basah.

Sepatu rafting biasanya berbahan karet atau neoprene yang nyaman dipakai meski basah.

6. Pakaian Rafting (Wetsuit / Dry Fit / Quick Dry)

Peserta tidak disarankan memakai jeans atau pakaian tebal saat rafting. Pakaian khusus rafting dipilih karena tahan air dan cepat kering.

Fungsinya:

  • Memberikan kenyamanan saat berkegiatan di air.
  • Mengurangi berat tubuh ketika pakaian basah.
  • Melindungi tubuh dari gesekan dengan perahu atau bebatuan.
  • Menjaga suhu tubuh terutama di sungai dingin.

Jenis pakaian rafting paling umum adalah kaos quick dry, wetsuit tipis, atau celana berbahan ringan.

7. Tali Lempar (Throw Bag)

Throw bag adalah kantong khusus berisi tali panjang yang biasa dibawa oleh guide atau tim rescue.

Fungsinya:

  • Alat penyelamat untuk menarik peserta yang hanyut atau keluar dari perahu.
  • Dilontarkan ke arah korban, lalu peserta dapat memegang tali untuk ditarik ke tepi sungai.
  • Digunakan dalam situasi darurat seperti perahu terbalik atau peserta terjebak arus.

Throw bag hanya digunakan oleh petugas berpengalaman karena teknik melemparnya membutuhkan latihan.

8. Carabiner dan Webbing

Peralatan ini biasanya tidak digunakan peserta, tetapi wajib dimiliki oleh guide atau rescue team.

Fungsinya:

  • Memudahkan proses evakuasi atau penarikan perahu.
  • Mengikat peralat­an seperti dayung atau dry bag.
  • Membantu pengamanan saat perahu terjepit di batu.

Carabiner yang digunakan adalah jenis locking carabiner agar tidak mudah terbuka.

9. Dry Bag

Dry bag adalah tas kedap air yang digunakan untuk menyimpan barang penting.

Fungsinya:

  • Melindungi barang bawaan seperti HP, dompet, kunci, atau obat pribadi.
  • Mencegah barang elektronik rusak karena air.
  • Menyimpan peralatan kecil seperti P3K atau makanan ringan.

Dry bag sangat berguna terutama saat melakukan rafting dengan jarak tempuh panjang.

10. Peluit (Whistle)

Peluit sering dianggap sepele, padahal sangat penting dalam situasi tertentu.

Fungsinya:

  • Alat komunikasi cepat antara guide, rescue team, dan peserta.
  • Kode darurat untuk memberi sinyal jika terjadi kecelakaan.
  • Memanggil perhatian peserta saat kondisi sungai terlalu bising.

Dalam banyak protokol keamanan, satu tiupan peluit berarti “berhenti”, dua tiupan berarti “maju”, dan tiga tiupan untuk keadaan darurat.

11. Guide Stick (Dayung Pemandu)

Guide stick adalah dayung khusus dengan bentuk lebih panjang yang digunakan oleh instruktur.

Fungsinya:

  • Mengendalikan arah perahu, terutama di jeram sulit.
  • Memberi komando visual kepada peserta.
  • Menahan perahu agar tidak terbawa arus saat berhenti.

Guide stick biasanya lebih kuat karena menanggung beban kontrol utama.

12. Peralatan P3K

Meski jarang terlihat, namun peralatan P3K selalu dibawa oleh kru rafting.

Fungsinya:

  • Menangani luka ringan seperti goresan dan memar.
  • Memberikan pertolongan pertama sebelum evakuasi lebih lanjut.
  • Menambah keselamatan dalam perjalanan panjang.

Operator profesional wajib memiliki P3K dalam setiap trip.

Semua Peralatan Rafting Punya Peran Penting

Setiap perlengkapan rafting, mulai dari helm hingga sepatu khusus, memiliki fungsi yang sangat penting. Bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk keselamatan seluruh peserta. Rafting adalah aktivitas ekstrem, sehingga memahami fungsi peralatan akan membantumu lebih siap menghadapi jeram dan menikmati pengalaman dengan maksimal.

Dengan perlengkapan lengkap, instruksi dari guide, dan persiapan yang baik, petualangan rafting dapat menjadi kegiatan yang aman, seru, dan penuh tawa.

Kunjungi juga web https://pekalenrafting.co.id/  atau hubungi CONTACT PERSON kami untuk informasi lebih lanjut tentang rafting di Probolinggo:
Aries    0852-5753-6567   https://bit.ly/WAaries
Farid   0821-1666-6633   https://bit.ly/WAfarid
Imam  0822-2999-8585   https://bit.ly/WAimam